Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari
kegitan menulis, menulis memaksa kita untuk terpaksa harus menulis, secara
tidak langsung otak kita dibuat bekerja sedemikian rupa sehingga menghasilkan
suatu tulisan sesuai dengan kemampuan menalarkan dan menterjemahkan isi
pikiran, perasaan, gejolak emosi bahkan trauma di masa lalu melalui sebuah tulisan.
Menulis memaksa pikiran untuk focus,
memusatkan perhatian yang lebih Panjang terhadap topik tertentu sehingga menulis
lebih lambat ketimbang berfikir, setiap gagasan demi gagasan yang akan
dituangkan dalam bentuk tulisan harus dipertimbangkan, dipikirkan, diolah
bahkan harus diedit berulang2, menulis bersifat linier ketimbang berfikir,
menulis memaksa suatu gagasan untuk diulas terlebih dahulu, sebelum gagasan
yang ada dalam benak mulai dipikirkan.
Menulis adalah salah satu pilihan yang tepat
untuk merefleksikan pikiran dari berbagai kepenatan beban pekerjaan, masalah, tanggung
jawab, bahkan gangguan mental (psikosomatis) , ahli hipnotis profesional biasanya
meminta klien untuk menulis unek2 dipikiran mereka kemudian merobek kertas dan
membuangnya, sambil memberikan sugesti bahwa beban unek2 yang mereka hadapi
hilang bersamaan dengan dibuangnya kertas
sobekan tersebut. tehnik ini mampu mempercepat proses hipnotis untuk
tembus ke dalam pikiran bawa sadar,
sehingga klien bisa sembuh dari penyakit pikirannya.
Mengeksplorasi pikiran dan perasaan lewat
tulisan merupakan obat yang mujarab. Dalam berbagai penelitian/experiment
biasanya pada saat menuangkan emosi sedih
kedalam tulisan, kita akan merasakan emosi sedih yang begitu dalam, kemudian
perasaan negative ini akan hilang setelah selesai menulis dan paling lambat
waktu yang dibutuhkan satu atau dua hari
untuk benar-benar menetralisir emosi tersebut.
Penelitian yang dilakukan oleh (Dr. pennebaker) selama 15 belas tahun bahwa
menulis tentang pikiran dan perasaan yang terdalam tentang trauma yang mereka
alami menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan yang lebih positif
dan kesehatan fisik yang lebih baik, sama halnya dengan seorang penulis cerdas
( Fatima mernissi ) yang selalu berpesan terhadap pembacanya untuk selalu
menulis setiap hari jika ingin kulit terlihat segar serta meningkatkan
aktivitas sel dan menghilangkan kantung di bawa mata. Ya ungkapan para ilmuwan
tersebut bukan tanpa alasan akan tetapi melalui proses penelitian dan
pengalaman yang begitu Panjang.
Percaya atau gak percaya menulis merupakan salah satu terapi yang ampuh bagi
banyak penulis profesional untuk melepaskan belenggu emosi negative, sebab
menulis tentang kemelut emosional diakui dapat menurunkan stress dan kecemasan
sehingga memperbaiki kesehatan mental dan fisik secara bertahap. Kita hanya perlu
yakin terhadap diri sendiri bahwa berani memulai untuk menulis merupakan cara
untuk mensugesti diri bahwa kita sama berharganya dengan orang lain, rasa takut
biasanya akan muncul pada saat kita ingin menjalankan suatu kebiasaan baru yang belum jelas dan belum
pasti manfaatnya dalam waktu singkat, kegiatan menulis termasuk kegiatan yang
memerlukan kebiasaan dengan waktu yang
cukup lama.
Jadi untuk menghilangkan rasa takut pertama-tama
kita harus memahami bahwa ‘’menulis itu penting bagi diri sendiri’’, kita hanya
perlu menekankan pada kemampuan menulis yang sudah ada dalam diri dan hanya
perlu dilatih secara rutin tanpa aturan maupun syarat kepenulisan artinya membebaskan
diri dari aturan kepenulisan, bebas kebahasaan serta bebas menentukan tema. Prinsipnya
konsep menulis lebih menitik beratkan untuk keperluan diri dan manfaatnya bisa
kita rasakan dalam konteks pengembangan diri.
wow so nice..... keren bgt #hareemhally tulisannya.
BalasHapusini bukan tulisan biasa, bisa di jadikan rujukan penulis-penulis lainnya. dengan membaca tulisan ini, mampu memberikan pengetahuan yang bermanfaat buat pembanyanya.
tulisan ini memembuat saya tersugesti agar terus mengasah kemampuan menulis saya sendiri. boleh kutip sdkiti jadi status e... "menekan rasa takut untuk memulai tulisan "menulis itu penting bagi diri sendiri untuk keperluan diri dan manfaatnya bisa kita rasakan dalam konteks pengembangan diri".
terima kasih sygq..
Hapus😍😍😍😘😘😘😘 tulis lagi donk,..
BalasHapus