Sosok orang yang tidak berbudi akan selalu mendapat kawan yang tidak berbudi
pula, sosok orang munafik akan selalu mencintai bahkan memuji sosok sang munafik
pula sebagaimana seekor kucing yang tidak akan pernah akur dengan seekor tikus. Sebab, itu sudah menjadi suatu keniscayaan dan sunnatullah... teringat suatu teory dalam ilmu
pengetahuan yang disebut dengan chaos thoery yang melahirkan konsep butterfly
effect ( kepakan sayap kupu-kupu ) seekor kupu-kupu yang hari ini mengepakkan sayapnya di
beijing dapat menyebabkan badai tornado di new york,
artinya sekecil apapun tindakan kita sekarang, pasti akan berdmpak besar di
kemudian hari. Konsep ini mengajari kita untuk hati-hati dalam berpikir bertindak,
berkata, ide yang baik, perbuatan baik
pasti akan menghasilkan perbuatan baik pula sebaliknya semua perbuatan buruk akan
menghasilkan keburukan.
Dalam teory ini diterangkan pula mengapa sebuah sayap kupu-kupu bisa membentuk sebuah patern (pola) hal ini disebabkan adanya struggle attractor ( daya penarik ) yaitu magnet yang menarik apa saja yang memiliki kualitas yang sama, adanya daya penarik dalam sebuah sistem sosial akan mnjadi daya tarik bagi mereka yang memiliki kualitas yang sama, semakin banyak orang yang tertarik dari komunitas tersebut otomatis akan terbntuk suatu pola dan ciri khas perilakunya, sebuah geng muda - mudi yang terbiasa dengan mode rambut aneh-aneh akan menarik anak yang aneh-aneh pula untuk bergabung bersamanya, pebisnis jujur lagi dermawan, perkumpulan aktivis dakwah, ibu-bu pengajian yang mengagungkan shalawat nabi ia akan mnjadi magnet yang akan menarik orang-orang sejenisnya. Begitu pula manusia2-manusia munafik akan selalu berada dalam lingkungan para munafikun bahkan merasa nyaman satu sama lain sebab mereka adalah magnet yang memiliki kulitas yang sama, so… bijak dalam berteman, sebab kualitas diri temanmu menentukan kualitas dirimu pula. Sebagimana Ahli hikmah mengatakan : Anil mar’i la tas’al fasal qorinahu fakullu korinin bilmukorini yaktadi’ : jika ingin tau seseorang jgn tanyakan pada dirinya tapi tanya temannya dan cukup pahami tentang siapa saja yang jadi teman dekatnya sebab pertemanan saling mengikuti ( daya penarik).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar